Friday, February 17, 2012


Beberapa hal berjalan lambat, meniti senti demi senti jejak dengan lirih dan berduka. Waktu tidak pernah memihak, tidak juga kepadaku. Biar saja aku melangkah sendiri dalam pikiran yang melayang, tak tentu dan kehabisan harapan. Dari pagi aku masih berjalan, lurus saja di atas pasir ini. Tapi langit diatasku mendekat, menaungiku dalam cahaya sakit hati.

Sudah tengah hari, rindang hijau tak juga kujumpai. Masih ingatkah dia pada alunan suaraku yang parau menyayat ini??
Hingga tak mampu dia tinggalkan aku melewati tempat ini seorang diri.
Lalu kemana saat ilalang kembali ke dalam perut bumi?? Angin bukan lagi berhembus, hanya kaku terdiam di ujung tebing.

Ingatkah dia pada tatapan mataku yang mengelus-elus hati nya dalam damai seharian?? Lalu kemanakah dia saat waktu mencair menyisakan aku dalam kedinginan, tak beku. Jangan berkata jika kau biarkan ombak menenggelamkan nya.

Saat senja makin mendekat, waktu meleleh dalam tapak kaki ku yang keriput oleh air. Perlahan terkelupas dan mengering lalu hancur. Ini darah yang terakhir yang mampu kubiarkan menetes mengeras menjadi tanah.


karimashita blog-space ♥ . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates